Tampilkan postingan dengan label alasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alasan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Agustus 2014

5 Alasan Blacberry Populer di Indonesia

5 Alasan Blacberry Populer di Indonesia-Update status Facebook dengan BlackBerry? Nge-tweet juga menggunakan BlackBerry? Tiada hari tanpa pencet-pencet QWERTY keypad untuk BBM dengan teman? Mengirim dan balas email dengan BlackBerry? Merasa keren jika di tangan ada BlackBerry? Wah, sepertinya memang Anda salah satu fans berat BlackBerry. Well, Anda tidak sendiri. Meski laporan pasar internasional menunjukkan penghasilan RIM turun drastis pada paruh pertama 2011 ini namun demikianlah faktanya; Indonesia jatuh cinta dengan Blackberry.
Dari sejumlah smartphone yang berkembang di pasar Indonesia, nyatanya BlackBerry menempati posisi yang terhormat di hati masyarakat kita. Bahkan, situs BBC Inggris menyebut rakyat Indonesia cinta mati dengan BlackBerry. Bagaimana bisa begitu?

1. BlackBerry? Keren!
Ok, itulah yang ada di benak sebagian besar masyarakat kita. Lihat saja saat jam istirahat siang, restoran dan kedai makan tidak hanya penuh dengan orang namun penuh juga dengan BlackBerry yang ada di tangan pengunjungnya. Lihat juga di mall, dari usia sekolah sampai yang telah berumur terlihat menggenggam BlackBerry. Suara alert dari BBM dan notifikasi lain di BlackBerry sepertinya telah menjadi bagian dari kehidupan kota. Singkatnya, tanpa BlackBerry Anda dianggap ‘gak gaul’.
2. Demam BlackBerry
‘Demam’ bisa diartikan sebagai sesuatu yang menular. Dari mulut ke mulut fitur yang ditawarkan BlackBerry berkembang dan memunculkan rasa penasaran. Sebagai contoh, jika di awal 2008 hanya satu/dua orang saja di sebuah kantor yang memiliki BlackBerry smartphone maka kini bisa disebut hampir semua orang kantoran punya BlackBerry. Bahkan anak sekolah dari usia SD sampai SMA pun dibelikan BlackBerry oleh orang tuanya. Ya, staff marketing BlackBerry harus berterima kasih pada pengguna BlackBerry Indonesia yang telah menyebarkan virus demam BlackBerry ini :D
3. Pengalaman baru
Seperti dilaporkan oleh BBC, ahli IT Onno Purbo mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara pengguna selalu mencari sesuatu yang baru. Dan itu ditawarkan oleh BlackBerry. Barangkali karena sekian lama masyarakat Indonesia terbiasa memakai ponsel dengan keypad standar, maka ketika BlackBerry masuk ke Indonesia dengan menawarkan konsep QWERTY keypad maka antusias dan rasa penasaran pun tak bisa dibendung. Belum lagi jika disebut bisa berkirim pesan tanpa berkurang pulsa. Ya, meski Apple punya iMessage di iOS 5 dan Android juga akan punya Google Messenger, tapi dunia mengakui BlackBerry-lah smartphone pertama yang memiliki layanan mobile messenger, BBM.
4. Demam social media
Tidak dipungkiri internet menjadi satu-satunya pemicu berkembangnya smartphone. Data statistik Socialbakers mengestimasi Indonesia kini memiliki 37 juta pengguna Facebook yang berarti separuh dari pengguna Facebook di Amerika. Sementara itu comScore menempatkan Indonesia pada posisi ke-4 dari pengguna Twitter tertinggi di seluruh dunia. Bukan hanya ajang menjalin pertemanan, namun dua social media tersebut telah menjadi sarana paling ampuh untuk menjalin simpati dan menyebarkan berita, bahkan seringkali lebih cepat dari breaking news di televisi. Sebut saja solidaritas untuk Prita Mulyasari atau support untuk kegiatan sosial yang lebih mudah dan cepat jika memakai sarana Facebook dan Twitter. Dan semua itu bisa terjadi karena adanya BlackBerry smartphone.
5. Kesan mahal
Harus diakui pemikiran seperti itu ada di masyarakat kita meski sebenarnya tidak semua smartphpne BlackBerry mahal. Bahkan jika dibanding smartphone Android high-end atau iPhone, maka BlackBerry masih tergolong lebih rendah harganya. Namun justru kesan mahal itulah yang membuat sebagian masyarakat Indonesia tergila-gila dengan BlackBerry.

Baca juga :
  • Inilah Konsep Blackberry Masa Depan

Sumber : Beritaunik.net
{ Read More }


Senin, 16 Desember 2013

9 Alasan Orang Beralih ke Google




Dapatkah Google+ (Google Plus) mencuri pengguna dari Facebook? Ya. Ada beberapa alasan yang baik untuk beralih dari Facebook ke Google+, mulai dari penggunaan yang gampang hingga privasi data.

Pertanyaannya "Dapatkah Google+ mengalahkan Facebook?". Pertanyaan tersebut sebenarnya mungkin tak terlalu tepat. Ini bukan tentang satu situs melawan situs lainnya. Google+ lebih besar daripada itu. Alasan mengapa Google menyebutnya "Proyek Google+" ialah bahwa Google+ akan menjadi bagian sentral dari keseluruhan identitas Google. Itu akan membentuk kembali perusahaan tersebut.

Jadi pertanyaan yang lebih tepat adalah "dapatkah Google mengalahkan Facebook?" Jika ditempatkan seperti itu, kontes tersebut tampaknya jauh lebih seimbang.

Tentu saja Facebook memiliki awal yang besar, tapi ada beberapa alasan baik bagi orang untuk secara serius meninggalkan Facebook untuk Google+. Setidaknya ada 9 alasan seperti dikutip Kompasianer, Oscar, dari PCWorld.

1. Integrasi dengan layanan Google

Porsi terbesar yang dimiliki Google untuk menarik orang menggunakan Google+ ialah integrasi. Artinya Google akan membangun fitur dan peralatan Google+ ke hampir semua layanan online-nya mulai dari pencarian dokumen hingga Video. Google+ sudah diintegrasikan ke hampir keseluruhan produk Google.

Ini memperkenankan Anda memonitor semua peristiwa Google+ (pesan, update, dan lain-lain) sewaktu membagi konten dengan teman tanpa meninggalkan layanan Google yang sedang Anda gunakan. Jutaan orang menggunakan layanan gratis Google (Gmail, Dokumen, Pencarian, dll.), dan dengan keterikatan layanan tersebut dengan Google+ mungkin akan mudah bagi seseorang meninggalkan Facebook.

2. Manajemen pertemanan yang lebih baik

Google benar bahwa konsep "lingkaran" atau Circle lebih sesuai dengan cara kita berteman di kehidupan nyata. Kita memiliki banyak jenis teman, dan kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka dalam berbagai cara yang berbeda. Fitur Grup Facebook memperkenankan anda membentuk grup khusus teman, tapi dibandingkan dengan yang dilakukan di Google+, itu nampaknya tidak praktis. Lagi pula, Fitur Grup Facebook masih baru (tambahan), sedangkan Circle merupakan landasan dari platform Google+.

3. Aplikasi mobile yang lebih baik

Jika Anda adalah pengguna Android, anda bisa tahu bahwa memperoleh konten dari telepon Anda ke platform sosial lebih gampang, lebih bersih, lebih banyak fungsi dengan aplikasi mobile Google+. Aplikasi tersebut memang sudah mantap, tapi Google akan tetap mencari dan mencari cara untuk membuat Android anda menjadi anggota tubuh dari platform sosial Google+ anda. Google berharap untuk menggunakan basis pengguna Android-nya yang besar sebagai suatu bagian melawan Facebook, yang aplikasi mobile-nya walau kelihatan cantik tapi sedikit kikuk untuk digunakan.

4. Lebih gampang menemukan hal untuk dibagi

Fitur Spark Google+ merupakan satu lagi hal penting yang membedakannya dari Facebook. Spark ialah di mana Google mengungkit mesin pencarinya untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan Facebook yaitu memberikan pengguna aliran informasi instan yang relevan untuk dibagi bersama teman. Lantaran Facebook tidak memiliki mesin pencari, penggunanya harus meninggalkan situs itu untuk mencari data yang dapat dibagi atau menunggu teman mereka membaginya dengan mereka. Pertanyaan "bagaimana saya mencari sesuatu untuk dibagi" secara langsung dijawab dengan Spark.

5. Anda dapat mengambil kembali data Anda

Facebook dikenal kurang handal menangani data pribadi. Misalnya Anda dipaksa untuk membuat bagian tertentu data pribadi anda tampil ke publik, dan sangat sulit untuk secara permanen menghapus profil Facebook Anda. Di lain pihak, Google membuatnya mungkin bagi Anda untuk mengambil semua data yang Anda tempatkan di Google+ lalu pergi. Hal ini dilakukan melalui perangkat Google+ yang disebut "Data Liberation". Dengan hanya beberapa klik anda dapat mengunduh data dari Picasa Web Albums anda, Profil Google, Google+ stream, Buzz dan kontak.

6. Melabel foto lebih baik

Ketika melihat foto di Google+ anda dapat melabel nama orang-orang di dalamnya mirip dengan di Facebook. Anda membuat persegi empat kecil di sekitar wajah mereka, kemudian mengetikkan nama mereka pada kotak di bawahnya atau memilih salah satu nama yang diterka Google+. Namun ada perbedaan besar di mana Google menangani aspek privasi dalam melabel foto. Ketika Anda melabel seseorang, akan ada catatan seperti ini "Menambahkan label ini akan memberitahukan orang yang anda labelkan. Mereka dapat foto dan album terkait". Di lain pihak, Facebook tidak melakukan usaha untuk memperingatkan orang bahwa mereka telah dilabel (mungkin saja dalam foto yang tidak baik) dan memberikan mereka kesempatan langsung untuk mengeluarkan (remove) label itu.

Google juga telah memutuskan untuk sedikit malu menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah, yang sekarang digunakan Facebook untuk secara otomatis mengidentifikasi orang dalam foto yang diunggah ke album pengguna.

7. Fitur obrolan grup yang mantap

Google+ memiliki fitur yang mengalahkan Facebook dalam urusan obrolan. Gampang untuk membuat grup khusus obrolan vidio dengan menggunakan fitur Hangouts pada Google+, dan membuat grup khusus untuk mengobrol nampaknya merupakan sesuatu yang alami dan menyenangkan untuk dilakukan dalam jejaring sosial. Hal yang mirip juga dilakukan oleh aplikasi mobile Huddle yang membuat pengguna Android memulai obrolan teks grup. Facebook tidak menawarkan perangkat ini.

8. Membagi konten lebih aman

Anjuran privasi sudah lama meminta situs jejaring sosial untuk memperkenankan pengguna menentukan tingkat privasi setiap konten yang dibagi, daripada menggunakan daftar penyetelan awal yang menentukan semua konten yang dibagi. Google nampaknya mendengar permintaan itu, dan membangun kapabilitas tersebut ke dalam Google+. Sebagai contoh, jika saya membagikan artikel atau mengunggah gambar dari kamera, Google+ memberikan saya pilihan lingkaran teman mana yang ingin saya bagikan konten tersebut. itu merupakan keuntungan Google+.

9. Google lebih baik mengurusi data pribadi Anda

Menjalankan sebuah jejaring sosial, semuanya tentang tanggung jawab untuk mengurusi informasi pribadi pengguna. Facebook merupakan perusahaan muda yang bergerak cepat yang telah terbukti angkuh dalam pergerakannya, kurang begitu peduli kepada privasi data pengguna, dan mudah diakses orang lain. Di lain pihak, Google merupakan perusahaan yang jauh lebih matang yang terlihat jauh lebih terpercaya ketimbang Facebook. Sebagian besarnya, Google telah beroperasi berdasarkan slogannya "Jangan Menjadi Jahat".









NIH KALAU ADA YANG MAU DAFTAR GOOGLE PLUS





sumber
{ Read More }


Rabu, 27 November 2013

Inilah Alasan Mengapa Facebook Beli Instagram !

Rating: 5

 - Ranah internet dikejutkan dengan aksi korporasi Facebook yang mengakuisisi Instagram. Tentu saja ini sangat mengejutkan, terlebih situs besutan Mark Zuckerberg itu sebelumnya belum pernah -- atau mungkin sedikit sekali -- dirumorkan ingin mencaplok layanan editing dan foto sharing populer itu.

Alhasil, langkah akuisisi Facebook atas Instagram ini menimbulkan tanda tanya banyak pihak. Apa tujuan Facebook sebenarnya?

Memang, Instagram saat ini begitu populer dengan menguasai sekitar 30 juta pengguna. Namun jika tujuannya adalah ingin menambah jumlah pengguna alias komunitas, Facebook rasanya sudah mendapatkannya.

Hal ini ditegaskan dengan data yang menyebut bahwa sudah ada lebih dari 850 juta warga yang mendiami Facebook sampai saat ini. Tentu angka itu sangatlah besar dan sepertinya belum dapat disaingi jejaring sosial lainnya.

Pun demikian tetap saja, alasan untuk memperkuat basis komunitas bisa diterima sebagai alasan Facebook membeli Instagram seharga USD 1 miliar. Terlebih ada yang menyebut jika meski sekarang jumlah Facebook telah menggapai angka yang luar biasa, namun jika dilihat dari sisi pertumbuhan sejatinya agak melambat.

Nah, bisa saja dengan layanan yang bakal diintegrasikan dengan Instagram secara lebih intim, mereka dapat menarik minat Facebooker baru sehingga basis komunitas mereka kian meraksasa.

Perkiraan lain yang muncul adalah terkait perkiraan di masa depan akan sangat dipengaruhi oleh ranah mobile. Dilansir Cnet, menurut para analis, pengguna perangkat mobile dipercaya akan melonjak sangat cepat. Bahkan ada suatu persepsi yang menyebutkan, "go mobile or die".

Kalimat tersebut terdengar sederhana, tetapi memiliki arti yang dalam bagi para praktisi bisnis yang terkait layanan internet. Yakni mereka dipaksa untuk terjun ke ranah mobile jika tidak mau tertinggal oleh zaman.

Instagram sendiri selama ini dikenal begitu kuat di dunia mobile. Ia menjadi salah satu aplikasi paling populer. Padahal awalnya, ia cuma tersedia bagi platform iOS, baru beberapa waktu lalu menyambangi Android.

Pun demikian, pamor Instagram sepertinya sudah kadung tenar melintasi platform, sehingga banyak pengguna gadget dari platform lain yang juga telah mengenal Instagram sembari berharap aplikasi ini juga bisa mereka cicipi.

Facebook boleh meraksasa dengan 850 juta pengguna, namun jika melihat di aplikasi mobile, pengguna mereka cuma setengahnya. Dalam data Facebook pada Desember 2011, pengguna aktif Facebook di perangkat mobile dilaporkan cuma berjumlah 425 juta. Sehingga lagi-lagi, alasan ini sepertinya bisa diterima.

Alasan lain yang membuat Facebook cepat-cepet meminang Instagram adalah lantaran takut diambil dua pesaingnya. Dua lawan Facebook yang dimaksud adalah Google dan Twitter.

Google dan Twitter bisa dibilang pesaing berat Facebook di ranah internet. Twitter memiliki basis kuat meski cuma mengandalkan situs 140 karakter. Sementara Google lebih berbahaya, ia memiliki mesin pencari yang paling sering digunakan pengguna internet di bumi.

Itu belum dihitung dengan sederet layanan online mereka yang juga masuk dalam kategori populer. Mulai dari YouTube, Gmail, serta Google+ yang head to head dengan Facebook.

Lou Kerner, pendiri Social Internet Fund mengatakan bahwa Facebook terpaksa mengambil langkah yang terkesan buru-buru lantaran takut Instagram diambil Google lebih dulu. Sebab, pembesut OS mobile Android itu juga diyakininya tertarik dengan Instagram.

"Saya yakin Google juga tertarik. Instagram akan menjadi aset dengan pengaruh tinggi bagi siapapun yang ingin berkompetisi dengan Facebook," tukas Kerner.

Di sisi lain, dengan memiliki Instagram, ini juga akan menjadi daya saing yang kuat untuk berkompetisi dengan Google dan Facebook. Alhasil gelontoran dana USD 1 miliar atau setara dengan Rp 9,1 triliun sepertinya tidak akan percuma bagi Facebook.

Apalagi jika mereka nantinya bisa mencari cara untuk membisniskan Instagram agar jadi pundi-pundi uang bagi Mark Zuckerberg cs selanjutnya.

"Ini adalah langkah penting bagi Facebook karena ini adalah pertama kalinya kami pernah mengakuisisi sebuah produk dan perusahaan dengan begitu banyak user," tandas CEO Facebook Mark Zuckerberg, dilansir Reuters.
{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest