Tampilkan postingan dengan label inilah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inilah. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 April 2014

Inilah Wanita Pertama yang Masuk Surga


Suatu hari putri Nabi SAW. Fatimah Az Zahra ra. bertanya kepada Rasulullah SAW., siapakah wanita pertama yang memasuki surga setelahUmmahatul Mukminin setelah istri-istri Nabi SAW.? Rasulullah bersabda: Dialah Mutiah.

Berhari-hari Fatimah Az Zahra berkeliling kota Madinah untuk mencari tahu keberadaan siapa Mutiah itu dan dimana wanita yang dikatakan oleh Nabi SAW. itu tinggal. Alhamdulillah dari informasi yang didapatkannya, Fatimah mengetahui keberadaan dan tempat tinggal Mutiah di pinggiran kota Madinah.

Atas ijin suaminya Ali bin Abi Thalib, maka Fatimah Az Zahra dengan mengajak Hasan putranya untuk bersilaturahmi ke rumah Mutiah pada pagi hari. Sesampainya di rumah Mutiah, maka Fatimah yang sudah tidak sabar segera mengetuk pintu rumah Mutiah dengan mengucapkan salam.

“Assalaamu’alaikum ya ahlil bait.” Dari dalam rumah terdengar jawaban seorang wanita, “Wa’alaikassalaam … siapakah diluar?” lanjutnya bertanya. Fatimah menjawab, “Saya Fatimah putri Muhammad SAW.” Mutiah menjawab, “Alhamdulillah, hari ini rumahku dikunjungi putri Nabi junjungan alam semesta.”

Segera Mutiah membuka sedikit pintu rumahnya, dan ketika Mutiah melihat Fatimah membawa putra laki-lakinya yang masih kecil (dalam riwayat masih berumur 5 tahun). Maka Mutiah kembali menutup pintu rumahnya kembali, terkagetlah Fatimah dan bertanyalah putri Nabi SAW kepada Mutiah dari balik pintu.

“Ada apa gerangan wahai Mutiah? Kenapa engkau menutup kembali pintu rumahmu? Apakah engkau tidak mengijinkan aku untuk mengunjungi dan bersilaturahim kepadamu?”

Mutiah dari balik pintu rumahnya menjawab, “Wahai putri Nabi, bukannya aku tidak mau menerimamu di rumahku. Akan tetapi keberadaanmu bersama dengan anak laki-lakimu Hasan, yang menurut ajaran Rasulullah tidak membolehkan seorang istri untuk memasukkan laki-laki ke rumahnya ketika suaminya tidak ada di rumah dan tanpa ijin suaminya. Walaupun anakmu Hasan masih kecil, tetapi aku belum meminta ijin kepada suamiku dan suamiku saat ini tidak berada dirumah. Kembalilah besok biar aku nanti meminta ijin terlebih dahulu kepada suamiku.”

Tersentaklah Fatimah Az-Zahra mendengarkan kata-kata wanita mulia ini, bahwa argumentasi Mutiah memang benar seperti yang diajarkan ayahnya Rasulullah SAW. Akhirnya Fatimah pulang dengan hati yang bergejolak dan merencanakan akan kembali besok hari.
Pada hari berikutnya ketika Fatimah akan berangkat ke rumah Mutiah, Husein adik Hasan rewel tidak mau ditinggal dan merengek minta ikut ibunya. Hingga akhirnya Fatimah mengajak kedua putranya Hasan dan Husein. Dengan berpikir bahwa Mutiah sudah meminta ijin kepada suaminya atas keberadaannya dengan membawa Hasan, sehingga kalau dia membawa Husein sekaligus maka hal itu sudah termasuk ijin yang diberikan kepada Hasan karena Husein berusia lebih kecil dan adik dari Hasan.

Namun ketika berada didepan rumah Mutiah, maka kejadian pada hari pertama terulang kembali. Mutiah mengatakan bahwa ijin yang diberikan oleh suaminya hanya untuk Hasan, akan tetapi untuk Husein Mutiah belum meminta ijin suaminya.

Semakin galau hati Fatimah, memikirkan begitu mulianya wanita ini menjunjung tinggi ajaran Rasulullah SAW. dan begitu tunduk dan tawaddu’ kepada suaminya.

Pada hari yang ketiga, kembali Fatimah bersama kedua anaknya datang ke rumah Mutiah pada sore hari. Namun kembali Fatimah mendapati kejadian yang mencengangkan, dia terkagum. Mutiah didapati sedang berdandan sangat rapi dan menggunakan pakaian terbaik yang dipunyai dengan bau yang harum, sehingga Mutiah terlihat sangat mempesona.


Dalam kondisi seperti itu, Mutiah mengatakan kepada Fatimah bahwa suaminya sebentar lagi akan pulang kerja dan dia sedang bersiap-siap menyambutnya. Subhanallah, kita merindukan istri yang demikian. Yaitu ketika suami pulang kerja dia berusaha menyambutnya dengan kondisi sudah mandi, sudah berdandan, sudah memakai pakaian yang bagus, dan siap menyambut kedatangan suami di halaman rumah dengan senyuman terindah penuh kasih dan sayang. Ya Allah, jadikanlah istri-istri kami seperti Mutiah.

Akhirnya Fatimah pulang kembali dengan kekaguman yang tak terperi kepada Mutiah. Dan pada hari yang keempat, Fatimah datang kembali ke rumah Mutiah lebih sore dan berharap bahwa suaminya sudah berada di rumah atau sudah pulang dari kerja. Dan Alhamdulillah memang pada saat Fatimah datang, suami Mutiah baru saja sampai di rumah pulang dari kerja.

Fatimah dan kedua anaknya Hasan dan Husein dipersilahkan masuk oleh Mutiah dan suaminya ke rumahnya. Fatimah melihat sebuah pemandangan yang jauh lebih mengesankan dibanding dengan yang dihadapinya sejak hari pertama. Mutiah sudah menyiapkan baju ganti yang bersih untuk suaminya, sambil menuntun suaminya ke kamar mandi. Mutiah terlihat mulai melepaskan baju suaminya, dan mereka berdua hilang masuk ke bilik kamar mandi. Dan yang dilakukan oleh Mutiah adalah memandikan suaminya. Subhanallah… Tsumma Subhanallah.

Selesai memandikan suaminya, Fatimah menyaksikan Mutiah menuntun suaminya menuju ke tempat makan. Dan suaminya sudah disiapkan makanan dan minuman yang dimasaknya seharian. Sebelum memakan makanan yang sudah disiapkan, Mutiah masuk ke dalam rumah dan keluar dengan membawa cambuk sepanjang 2 meter dan diberikan kepada suaminya dengan mengatakan.

“Wahai suamiku, seharian aku telah membuat makanan dan minuman yang ada didepanmu. Sekiranya engkau tidak menyukai dan tidak berkenan atas masakan yang aku buat, maka cambuklah diriku.”

Tanpa bertanya apa-apa, Fatimah sudah memahami apa yang dikatakan oleh ayahnya Rasulullah SAW. tentang wanita pertama penghuni surga setelah para istri Nabi yaitu Mutiah.

Fatimah pulang menangis haru dan bahagia karena sudah mendapatkan jawaban bagaimana istri yang sholihah. Seperti yang ada pada diri Mutiah, yang mendapatkan kehormatan sebagai wanita yang paling dahulu memasuki surga Allah SWT. (via solusiislam.com)
{ Read More }


Rabu, 27 November 2013

Inilah Alasan Mengapa Facebook Beli Instagram !

Rating: 5

 - Ranah internet dikejutkan dengan aksi korporasi Facebook yang mengakuisisi Instagram. Tentu saja ini sangat mengejutkan, terlebih situs besutan Mark Zuckerberg itu sebelumnya belum pernah -- atau mungkin sedikit sekali -- dirumorkan ingin mencaplok layanan editing dan foto sharing populer itu.

Alhasil, langkah akuisisi Facebook atas Instagram ini menimbulkan tanda tanya banyak pihak. Apa tujuan Facebook sebenarnya?

Memang, Instagram saat ini begitu populer dengan menguasai sekitar 30 juta pengguna. Namun jika tujuannya adalah ingin menambah jumlah pengguna alias komunitas, Facebook rasanya sudah mendapatkannya.

Hal ini ditegaskan dengan data yang menyebut bahwa sudah ada lebih dari 850 juta warga yang mendiami Facebook sampai saat ini. Tentu angka itu sangatlah besar dan sepertinya belum dapat disaingi jejaring sosial lainnya.

Pun demikian tetap saja, alasan untuk memperkuat basis komunitas bisa diterima sebagai alasan Facebook membeli Instagram seharga USD 1 miliar. Terlebih ada yang menyebut jika meski sekarang jumlah Facebook telah menggapai angka yang luar biasa, namun jika dilihat dari sisi pertumbuhan sejatinya agak melambat.

Nah, bisa saja dengan layanan yang bakal diintegrasikan dengan Instagram secara lebih intim, mereka dapat menarik minat Facebooker baru sehingga basis komunitas mereka kian meraksasa.

Perkiraan lain yang muncul adalah terkait perkiraan di masa depan akan sangat dipengaruhi oleh ranah mobile. Dilansir Cnet, menurut para analis, pengguna perangkat mobile dipercaya akan melonjak sangat cepat. Bahkan ada suatu persepsi yang menyebutkan, "go mobile or die".

Kalimat tersebut terdengar sederhana, tetapi memiliki arti yang dalam bagi para praktisi bisnis yang terkait layanan internet. Yakni mereka dipaksa untuk terjun ke ranah mobile jika tidak mau tertinggal oleh zaman.

Instagram sendiri selama ini dikenal begitu kuat di dunia mobile. Ia menjadi salah satu aplikasi paling populer. Padahal awalnya, ia cuma tersedia bagi platform iOS, baru beberapa waktu lalu menyambangi Android.

Pun demikian, pamor Instagram sepertinya sudah kadung tenar melintasi platform, sehingga banyak pengguna gadget dari platform lain yang juga telah mengenal Instagram sembari berharap aplikasi ini juga bisa mereka cicipi.

Facebook boleh meraksasa dengan 850 juta pengguna, namun jika melihat di aplikasi mobile, pengguna mereka cuma setengahnya. Dalam data Facebook pada Desember 2011, pengguna aktif Facebook di perangkat mobile dilaporkan cuma berjumlah 425 juta. Sehingga lagi-lagi, alasan ini sepertinya bisa diterima.

Alasan lain yang membuat Facebook cepat-cepet meminang Instagram adalah lantaran takut diambil dua pesaingnya. Dua lawan Facebook yang dimaksud adalah Google dan Twitter.

Google dan Twitter bisa dibilang pesaing berat Facebook di ranah internet. Twitter memiliki basis kuat meski cuma mengandalkan situs 140 karakter. Sementara Google lebih berbahaya, ia memiliki mesin pencari yang paling sering digunakan pengguna internet di bumi.

Itu belum dihitung dengan sederet layanan online mereka yang juga masuk dalam kategori populer. Mulai dari YouTube, Gmail, serta Google+ yang head to head dengan Facebook.

Lou Kerner, pendiri Social Internet Fund mengatakan bahwa Facebook terpaksa mengambil langkah yang terkesan buru-buru lantaran takut Instagram diambil Google lebih dulu. Sebab, pembesut OS mobile Android itu juga diyakininya tertarik dengan Instagram.

"Saya yakin Google juga tertarik. Instagram akan menjadi aset dengan pengaruh tinggi bagi siapapun yang ingin berkompetisi dengan Facebook," tukas Kerner.

Di sisi lain, dengan memiliki Instagram, ini juga akan menjadi daya saing yang kuat untuk berkompetisi dengan Google dan Facebook. Alhasil gelontoran dana USD 1 miliar atau setara dengan Rp 9,1 triliun sepertinya tidak akan percuma bagi Facebook.

Apalagi jika mereka nantinya bisa mencari cara untuk membisniskan Instagram agar jadi pundi-pundi uang bagi Mark Zuckerberg cs selanjutnya.

"Ini adalah langkah penting bagi Facebook karena ini adalah pertama kalinya kami pernah mengakuisisi sebuah produk dan perusahaan dengan begitu banyak user," tandas CEO Facebook Mark Zuckerberg, dilansir Reuters.
{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest